VIDEO

Visitor Counter

TRANSLATE LANGUAGE

SAENAH AQIQAH

SAENAH AQIQAH

   Raja Aqiqah JaDeTaBek 

         0822 5470 5912

Twiter
MEDIA KRIMINALITAS

PENGADUAN KORUPSI

FACEBOOK
KOLOM IKLAN

 

DIDUGA GUNAKAN PASIR LAUT ILEGAL PEMBANGUNAN JETTY VILLA STAR MAS DISOAL

image

Serang, Media Kriminalitas-  Adanya informasi dari narasumber bahwa hari Sabtu, 17/07/2021 sekitar jam 18.00 wib s/d jam 02.00. Wib, telah terjadi pengambilan / pengerukan pasir laut, dengan menggunakan alat berat dan  Dum truck milik PT.PSM secara ilegal, dari lokasi pantai matahari desa Sukanegara, kecamatan Carita, kabupaten Pandeglang, selanjutnya pasir laut tersebut diangkut oleh Dum  trucknya milik PT  PSM ke projek pembangunan Jetty milik villa star mas, yang lokasinya berada di perbatasan antara kabupaten Serang dan Pandeglang tepatnya di desa umbul Tanjung kecamatan Cinangka kabupaten Serang.

Pengambilan pasir laut secara ilegal tersebut, diduga dijual belikan dan dilakukan oleh ( Uloh dan Sidik ) atas perintah dari H.Oom, PT.PSM ( Pasauran Sakti Mandiri ), yang bekerjasama dengan Frangky, sebagai penerima order pasir laut dari Aldy selaku subkon kegiatan pembangunan Jetty villa star mas, Po pasir laut yang di pesan yaitu sebanyak 200 Dum truck dengan harga Rp.1,5 juta per Dum trucknya ( volume 6 M3).

Kepada MK, H.Sadrun ( bukan nama sebenarnya ) merasa punya kewajiban  memperjuangkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat, menurutnya selaku pemberi informasi pihaknya tidak dapat dituntut secara pidana maupun digugat secara perdata, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH), sebagaimana yang dijelaskan dalam Pasal 66  bahwa korban atau pelapor yang menempuh cara hukum akibat pencemaran dan perusakan lingkungan hidup mendapat jaminan perlindungan, ungkapnya.

Sementara Informasi yang di himpun MK, pembangunan Jetty ( Breakwater) adalah awal kegiatan projek Karena untuk tahap selanjutnya PT star mas akan mendirikan dan membangun hotel 8 ( delapan) lantai namun sampai saat ini hasil konfirmasi dengan pihak  dinas  perijinan terpadu Provinsi Banten didapat informasi  bahwa projek yang saat ini di kerjakan oleh pihak Villa Star mas belum terdaftar dan menuai pertanyaan lingkungan masyarakat setempat serta lembaga dan aktifis lainnya.

Berkaitan dengan kegiatan pembangunan Jetty seharusnya pihak pelaksana ( menkon/ subkon) dari pihak Villa Star mas,sebelumnya melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan lingkungan masyarakat berdasarkan prinsip pemberian informasi yang transparan dan lengkap serta di beritahukan, terlebih dalam tata ruang di pesisir dan pulau-pulau kecil,yang pantai pesisirnya diperuntukan untuk pariwisata.

Hal tersebut disampaikan Udin Marsim salah seorang aktifis yang juga sebagai warga masyarakat, sangat berharap jika memang benar ada pengambilan pasir laut secara ilegal dan atau tidak mempunyai ijin resmi, pihaknya meminta agar penegak hukum konsekuen untuk menegakkan supremasi hukum serta menindak tegas para  pelakunya dan selanjutnya di proses sesuai konsideran hukum yang berlaku, lebih lanjut Udin marsim menjelaskan bahwa pasir laut di seluruh pesisir dan perairan laut indonesia dilihat dari segi ekonomisnya tidak di golongkan menjadi bahan galian A dan /B  serta tidak dapat di perbaharui kegiatan pengambilan pasir laut secara ilegal berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan/atau pencemaran lingkungan serta dapat merugikan masyarakat sekitarnya  sehingga para pelakunya diduga telah melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2007 dan direvisi dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, tegas Udin marsim.

Di tempat terpisah Emile  S  sebagai Pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia ( HNSI ) Provinsi Banten Bidang Penangkapan & Budidaya mengaku sangat kaget, atas survey tgl 27 Juli ) terkait adanya kegiatan pembangunan Jetty Villa Star Mas di Pesauran, Desa Umbul Tanjung, Kec. Cinangka , kabupaten Serang, diduga  pembangunan Jetty menyalahi aturan sepadan pantai dll, apalagi menggunakan pasir laut illegal oleh fihak Mancon / subcon yang jelas  tidak punya izin galian.

Emile S menegaskan secara umum pengambilan pasir laut secara ilegal sangat merugikan untuk kehidupan nelayan, hal ini sebagai laporan awal kami segenap Pengurus HNSI Banten agar dapat ditindak lanjuti oleh pihak terkait dan berwenang jelasnya

Sampai berita ini terpublish, belum ada klarifikasi dari pihak H.Oom dan Frangky yang terlibat dalam kegiatan jual beli pasir laut ilegal pada saat di konfirmasi MK, untuk dimintai hak jawabnya telpon seluler nya sedang tidak aktif, begitipun Uloh dan Sidik saat di hubungi MK lewat telpon seluler nya sama-sama tidak aktif. ( Red )

Copyright © 2021 mediakriminalitas · All Rights Reserved