VIDEO

Visitor Counter

TRANSLATE LANGUAGE

SAENAH AQIQAH

SAENAH AQIQAH

   Raja Aqiqah JaDeTaBek 

         0822 5470 5912

Twiter
MEDIA KRIMINALITAS

PENGADUAN KORUPSI

FACEBOOK
KOLOM IKLAN

 

PILKADES SERENTAK 207 DESA DI PANDEGLANG MASIH TUNGGU PERBUP

image

Pandeglang Media Kriminalitas,– Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 207 Desa, yang ada di Kabupaten Pandeglang masih menunggu peraturan bupati (Perbup).Mengingat pelaksanaan Pilkades ini masih di tengah pandemi COVID-19.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Pandeglang, Doni Hermawan mengatakan, pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Pandeglang belum ditetapkan secara pasti, karena masih menunggu Perbup nya selesai .

Dirinya mengupayakan Perbup selesai pada pekan depan agar pelaksanaan Pilkades bisa segera dilaksanakan sehingga nanti bisa melakukan persiapan tahapan selanjutnya.

“Kami nunggu Perbup beres dulu, sedang kami godog, InsyaAllah pekan depan beres,” ungkapnya kepada BantenHits, Jumat 5 Februari 2021.

Doni menyebut setidaknya ada 207 Desa di Kabupaten Pandeglang yang akan melaksanakan Pilkades serentak ,di antaranya 206 pemilihan langsung sedangkan satunya Pergantian antar waktu (PAW). Yaitu di Desa Sorongan, Kecamatan Cibaliung.

“Iyah yang ikut serta Pilkades pada tahun ini ada 207 desa 206 pemiliham langsung 1 PAW,” tandasnya.

BIAYA PENYELENGGARAAN PILKADES SERENTAK TAHUN 2021

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang saat ini terus melakukan persiapan menghadapi pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2021.

Persiapan ini dilakukan karena pilkades akan dilaksanakan di 207 desa dan membutuhkan pembiayaan yang besar termasuk dukungan penyelenggara.

Dijelaskan Kepala DPMPD Kabupaten Pandeglang Doni Hermawan, pihaknya belum masih menghitung jumlah anggaran yang dibutuhan untuk pelaksanaan Pilkades Serentak 2021. Menurutnya, beban anggaran di setiap desa akan berbeda sesuai dengan jumlah daftar pemilih.

“Pilkades serentak telah dijadwalkan tahun ini tapi kami masih menghitung anggarannya. Kalau dulu pembiayaan itu rata, tapi sekarang lebih terinci karena pemilihan tidak terkonsentrasi di satu tempat namun dipecah berdasarkan TPS layaknya Pemilu. Biaya satu TPS dengan yang lainnya akan beda tergantung jumlah pemilih,” kata Doni,

Kendati masih dihitung rincian anggarannya, Doni memperkirakan yang disiapkan per desanya Rp50 juta sampai Rp100 juta. “Ini baru estimasi saja karena ada komponen lain yang juga memerlukan biaya. Masih kami hitung,” tegasnya. ( Rezqi Hidayat,S.Pd )

Copyright © 2021 mediakriminalitas · All Rights Reserved