VIDEO

Visitor Counter

TRANSLATE LANGUAGE

SAENAH AQIQAH

SAENAH AQIQAH

   Raja Aqiqah JaDeTaBek 

         0822 5470 5912

Twiter
MEDIA KRIMINALITAS

PENGADUAN KORUPSI

FACEBOOK
KOLOM IKLAN

 

KEPALA DESA KOSAMBI RONYOK DITETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA OLEH POLDA BANTEN

image

Serang Media Kriminalitas- Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Banten menetapkan Kepala Desa Kosambironyok,Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, M (56) sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen tanah.

Medi diduga telah memalsukan dokumen iuran pembangunan daerah atas tanah seluas 2.100 meter persegi di desanya.

Ketika ditemui, Dirreskrimum Polda Banten, “Kombes Pol Martri Sonny melalui Kepala Sub Direktorat II Harta Benda dan Bangunan Tanah AKBP Dedi Darmawansyah mengatakan,bahwa Kepala Desa Kosambironyok sejak 5 Januari 2021 sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam penetapan tersangka tersebut, setelah dilakukan penyidikan dan telah ditemukan dua alat bukti kuat.“Kami telah menetapkan Kades sebagai tersangka,” kata Dedi. Jumat (12/2/2021).

Dijelaskan Dedi,bahwa terungkapnya kasus mafia tanah tersebut,setelah pemilik aslinya Abdul Wahab begitu kaget saat tanahnya sudah diklaim oleh salah satu perusahaan.“Ada perusahaan yang mengklaim telah memiliki Hak Guna Bangunan atas tanah tersebut,” terang Dedi.

Berdasarkan hasil dari penyelidikan,Kades Kosambironyok yang sudah menjabat selama dua periode itu diduga kuat menjadi dalang utamanya.

“Dari hasil penyidikan sebelumnya diketahui pada 12 November 2012, tersangka membuat surat ketetapan IPEDA C Nomor 1145 atas nama Indrawan Masrin, sebagai dasar surat pelepasan hak tanah,” jelas Dedi. ”Padahal, menurut Dedi, surat asli ketetapan iuran pembangunan daerah C Nomor 1145 masih ada dalam penguasaan Husnadi.

“Atas kejadian tersebut, ahli waris almarhum Tohiri merasa dirugikan. Korban mengklaim mengalami kerugian Rp 4 miliar,” ucap Dedi.

Medi disangka telah dengan sengaja membuat dan menyuruh orang lain menggunakan data-data untuk melakukan pelepasan hak atas sebidang tanah.M dijerat Pasal 263 ayat KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.“Tersangka belum kita tahan,” kata Dedi.

Sementara itu ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengapresiasi atas penetapan tersangka kasus dugaan pemalsuan dokumen tanah tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi atas kinerja yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Banten atas penangkapan salah satu tersangka pemalsuan dokumen tanah, yang mana tersangkanya merupakan salah seorang oknum Kepala Desa. Dan untuk proses selanjutnya, Ditreskrimum Polda Banten juga sudah mengirimkan berkas tersangka ke Pengadilan Negeri Serang,” ujar Edy Sumardi.

“Kita dari Polda Banten sangat serius untuk selalu membasmi para mafia tanah ini,”tutup Edy Sumardi. ( Red )

 

 

Copyright © 2021 mediakriminalitas · All Rights Reserved