VIDEO

Visitor Counter

TRANSLATE LANGUAGE

SAENAH AQIQAH

SAENAH AQIQAH

   Raja Aqiqah JaDeTaBek 

         0822 5470 5912

Twiter
MEDIA KRIMINALITAS

PENGADUAN KORUPSI

KPK

FACEBOOK
KOLOM IKLAN

 

KEJAKSAAN BERKONTRIBUSI MENJALIN PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA

image

Surakarta Media Kriminalitas- Era globalisasi memiliki pengaruh yang kuat disegala dimensi kehidupan masyarakat. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan sosial baik secara positif maupun negatif. Perkembangan teknologi saat ini,membuat masyarakat terapit diantara dua pilihan. Disatu pihak masyarakat menerima kehadiran masalah-masalah yang bersifat struktural yang kemudian merambah disemua aspek kehidupan masyarakat.

Selain itu Masih rendah nya pemahaman masyarakat dalam menerima dan meneruskan informasi terkait  SARA di media social, salah satu bukti masih rendahnya kesadaran masyarakat akan hukum. Bukti tersebut ditandai dengan kurangnya akan budaya santun dalam hal menyampaikan pendapat atau pemikiran melalui jejaring sosial.

Hal tersebut dikemukakan Jaksa Agung Intelijen Jan Samuel Maringka di saat acara Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI),di Surakarta,Jumat (6/9).Pada kesempatan yang sama hadir pula sebagai pembicara, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, serta Dirut PT Freeport Indonesia Tony Wenas.

Dikatakan Jan Maringka, perkembangan teknologi menjadi peluang untuk memudahkan beredarnya rekayasa informasi dan tanpa terseleksi melalui medsos.Disamping itu "Masih tinggi pula potensi konflik sosial di masyarakat, sehingga mudah sekali tersulut isu berbasis SARA yang belum terbukti kebenarannya," jelas Jan Maringka.

Diakuinya Korps Adhyaksa memiliki tugas dan fungsi di bidang ketertiban dan ketentraman umum, seperti peningkatan kesadaran hukum masyarakat, pengamanan kebijakan penegakan hukum, dan pengawasan peredaran barang cetakan. Berikutnya, pengawasan aliran kepercayaan yang dapat membahayakan bagi masyarakat dan negara, serta pencegahan penyalahgunaan dan atau penodaan agama, seperti yang diatur dalam Pasal 30 ayat (3) UU 16/2004.

Adapun dalam melaksanakan seluruh tugas ketertiban dan ketenteraman umum, lanjut Jan, pihaknya mempunyai beberapa strategi. Pertama, konsolidasi dengan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB),yang merupakan bentuk pengenalan stakeholder dan teritorial wilayah penugasan.

Kedua, melaksanakan program Jaksa Garda Negeri (Jaga Negeri) dalam wujud optimalisasi peran Kejaksaan RI di bidang ketertiban dan ketentraman umum. Itu dilakukan untuk turut merajut kebhinekaan dalam rangka menjalin persatuan dan kesatuan bangsa.

Ketiga, penanaman kesadaran hukum masyarakat melalui program Jaksa Menyapa dan kegiatan penyuluhan atau penerangan hukum. Selanjutnya, mewujudkan sinergi komunitas intelijen pusat (Kominpus) dan daerah (Forkompinda), serta tindakan represif sebagai last resort.

Lebih lanjut Jan Maringka menegaskan,bahwa penegakan hukum bukanlah industri yang keberhasilannya ditentukan semata-mata dari kuantitas penanganan perkara.Akan tetapi penegakan hukum dikatakan berhasil apabila mampu menekan tingkat kejahatan dan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.

"Oleh karena itu upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran hukum juga menjadi bagian dari penegakan hukum, seperti halnya penindakan (represif)," terang Jan Maringka.(Red)



Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2019 mediakriminalitas · All Rights Reserved