VIDEO

Visitor Counter

TRANSLATE LANGUAGE

SAENAH AQIQAH

SAENAH AQIQAH

   Raja Aqiqah JaDeTaBek 

         0822 5470 5912

Twiter
MEDIA KRIMINALITAS

PENGADUAN KORUPSI

KPK

FACEBOOK
KOLOM IKLAN

 

PUNGUTAN BIAYA PROGRAM PTSL DI DESA SUKANEGARA MENUAI PERTANYAKAN

image

Pandeglang, media Kriminalitas- Pungutan Biaya Program Pendaftaran Tanah sistematis lengkap (PTSL) tahun 2019 di Desa Sukanegara, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang – Banten menuai pertanyakan.
Pasalnya sekitar bulan Nopember 2018, Sumarna salah seorang Pegawai Desa telah mengkoordinir pemungutan biaya pembuatan sertifikat kepada warga masyarakat, hasil croscek di lapangan di dapat keterangan Sumarna telah memungut biaya pembuatan sertifikat untuk 1 bidang tanah/ 1 buku sertifikat yaitu sebesar Rp. 1 juta sekitar 40 Bidang Tanah sudah mendaftar ke Sumarna namun sampai saat ini realisasinya belum ada sehingga warga masyarakat mempertanyakan dan akan melaporkannya ke Ombudsman.

Di Konfirmasi media kriminalitas, Sartawi  Kepala Desa Sukanegara menjelaskan, terkait pungutan yang di lakukan Sumarna, tidak ada kaitan dan tidak ada perintah dari Kepala Desa. Dan itu merupakan tanggung jawab Pribadi Sumarna,  menurut Sartawi  pada saat itu untuk pelaksanaan kegiatan Program PTSL di Desa Sukanegara belum di bentuk susunan kepanitiaannya. Berkaitan dengan biaya pembuatan sertifikat yang di tetapkan dalam Musyawarah dengan masyarakat, dan pembentukan Panitia di laksanakan pada bulan Februari 2019, dimana di setujui untuk Kepanitiaan Program PTSL tahun 2019, yaitu sebagai berikut  : Ketua : Juamedi, Sekretaris : Suntara, Bendahara : Yuli.

Sartawi mengakui bahwa biaya untuk pembuatan Sertifikat pada program PTSL tahun 2019 di Desa Sukanegara, di putuskan sebesar Rp. 350.000,- per Buku /Bidang Tanah, dan biaya untuk Penerbitan Surat Keterangan Kepemilikan Tanah/ Surat Keterangan Jual Beli Tanah/Hibah/Wakaf,  di pungut Biaya Rp. 400.000,- per Surat. Jadi biaya keselurahan sebesar Rp. 750.000,- per Buku/Bidang, dan Sartawi tidak bisa menjelaskan terkait pungutan untuk penerbitan surat keterangan kepemilikan Tanah, apa sudah ada dalam Perdesnya atau belum, nanti akan berkoordinasi dulu dengan BPD Desa Suka Negara.

Begitu juga di akui Sartawi Peraturan bupati Pandeglang terkait PTSL, pihaknya belum mengetahui dan selanjutnya menjelaskan jika warga masyarakat sudah memiliki Akte Jual Beli/ Akte Hibah, hanya di kenakan Biaya sebesar Rp. 350.000,- per bidang/buku sertifikat. Saat ini masih dalam proses pengukuran sekitar 600 bidang Tanah, dan untuk kuotanya tahun 2019 yaitu 1.600 Buku Serifikat untuk Desa Suka Negara, untuk lebih jelasnya rincian biaya untuk pembuatan sertifikat dan berita acara lengkap ada di panitia, silahkan hubungi saja panitianya, terangnya.

Ditempat terpisah Sumarna menjelaskan kepada media Kriminalitas, bahwa terkait pungutan tersebut sudah ijin dari Kepala Desa Sukanegara, namun jika hal ini menjadi masalah  pihaknya berjanji bertanggung jawab akan mengembalikan uang tersebut kepada warga masyarakat, tegasnya.
Di Konfirmasi media kriminalitas, dua orang warga yang tidak mau di publis namanya  mengakui baru mendapat pengembalian uang dari Sumarna, yaitu sebesar Rp. 500.000,- padahal dua orang tersebut masing-masing menyetorkan uang Rp. 1 Juta kepada Sumarna, dan Sumarna berjanji akan mengembalikan semuanya. Namun sampai berita ini di publis 40 warga masyarakat belum menerima pengembalian uang dari Sumarna, berkaitan dengan hal ini warga masyarakat mendesak pihak terkait, segera turun tangan untuk menyelesaikan janji Sumarna, tegas warga (Rezqi Hidayat,S.Pd)
 


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2019 mediakriminalitas · All Rights Reserved