DPP FPK

FPK

VIDEO

Visitor Counter

TRANSLATE LANGUAGE

SAENAH AQIQAH

SAENAH AQIQAH

   Raja Aqiqah JaDeTaBek 

         0822 5470 5912

RSS Feed

PT.MMB DIDUGA KANGKANGI UU NO.12/2017 PEKERJA PROYEK HOTEL NOVUS JIVA ABAIKAN SAFETY EQUIPMENT

image

Serang,Mediakriminalitas.com- PT.MMB Jakarta selaku Kontraktor / pelaksana  Proyek Pembangunan Hotel  Novus Jiva yang berlokasi di Desa Pasauran Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang Banten, terpantau mempekerjakan tenaga kerja kuli bangunan tanpa menggunakan alat pengaman keselamatan kerja pada kegiatan pelaksanan Pembangunan Proyek Hotel Novus Jiva dengan konstruksi berlantai 5 Hotel dan dirancang sebagai  Hotel bintang 5 lengkap dengan sarana water boom nya.

Projek pembangunan Hotel Novus Jiva merupakan mega projek kerja sama dan Investasi  dari tiga Negara  yaitu  Indonesia, Malaysia dan Singapura, kedepan di plot menjadi Hotel terbesar di Provinsi Banten. Mega Proyek ini  mulai digarap sejak bulan April Tahun 2017 dan di perkirakan selsai pada Tahun 2021,

Terpantau saat ini  masih dikerjakan oleh sekitar 100 orang kuli bangunan  yang sedang bekerja, di bagian depan lebih kurang 30 orang memasang Paving Block di halaman parkir, sedangkan dibagian belakang bangunan hotel terdapat sekitar 70 orang tenaga kerja kuli  lainnya sedang beraktifitas  plester tembok, ada  juga yang ngecat dan lain sebagainya. Dari hasil pemantauan  sangat  di sayangkan PT. MMB Jakarta  selaku  pihak kontraktor / pelaksana proyek hotel diduga kangkangi dan atau  tidak mengindahkan Aturan perundang- undangan sebagai mana yang tertuang  dalam UU No.12/2017 tentang jasa konstruksi  di antaranya Kontraktor  lalai  memberikan fasilitas alat pengamanan kerja ( safety) seperti helm, sepatu bot, dan yang berhubungan dengan  keselamatan  para pekerja / kuli bangunan.

Salah seorang pekerja kuli bangunan proyek Hotel Novus Jiva sebut saja Badri ( bukan nama sebenarnya  kepada mediakriminalitas.com   ”menerangkan  bahwa  para kuli yang bekerja di proyek hotel ini sejak awal  para pekerja / kuli Bangunan di Proyek Pembangunan Hotel Jiva tidak di berikan fasilitas keselamatan pekerja ( safety) oleh pihak kontraktor bahkan untuk upah kerja kerja  dari pagi sampai lembur malam di proyek ini lebih murah di banding dengan proyek di tempat lain karena mengingat kebutuhan ekonomi dan susahnya mencari pekerjaan terpaksa kami kerjakan, terangnya.

Ditempat terpisah, salah seorang seorang Security hotel Novus Jiva kepada mediakriminalitas.com membenarkan kalau “dari sejak  awal pihak kontraktor tidak  memberikan fasilitas alat pengaman kerja ( safety) kepada para pekerja kuli bangunan, kalaupun ada sebagian yang pake helm, sepatu bot, caping itu bawa sendiri dari rumahnya masing- masing, dan di terangkan juga setiap hari para buruh di proyek Pembangunan Hotel  Novus Jiva ini,  mulai bekerja dari pukul : 08.00 wib- 12.00.wib  kemudian istirahat dari jam 12.00 s/d  jam 13.00,

Selanjutnya bekerja lagi sampai pukul : 16.00 Wib,  Istirahat sampai pukul 19.00 Wib kemudian kerja dan lembur sampai malam  jam : 22.00. Wib) setelah itu para kuli bangunan  baru istirahat  dan tidur di bedeng proyek bahkan Upahnyapun di Proyek ini lebih murah kalau dibandingkan tempat lain, karena mengingat kebutuhan, mencari kerja pun sekarang ini susah sehingga mungkin mereka terpaksa mengambil kerjaan kerjaan ini,” Ungkapnya”.

Sementara itu Frangky sedang tidak berada di tempat saat  mediakriminalitas.com mendatangi  base came  untuk  konfirmasi dan di mintai tanggapannya  sebagai  Kontraktor  /  Pelaksana  atas  dugaan mengangkangi, 8 poin / item, yang sebaimana tertuang di dalam  UU No 12/2017 tentang Jasa dan Konstruksi yang berkaitan dengan kegiatan Pelaksanaan Proyek Pembangunan Hotel Novus Jiva, tidak memberikan fasilitas keamanan dan keselamatan ( Safety Equipment ) dalam mempekerjakan para buruh / kuli bangunan  ( Rezqi Hidayat,S.Pd)


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2019 mediakriminalitas · All Rights Reserved