DPP FPK

FPK

VIDEO

Visitor Counter

TRANSLATE LANGUAGE

SAENAH AQIQAH

SAENAH AQIQAH

   Raja Aqiqah JaDeTaBek 

         0822 5470 5912

RSS Feed

PEMBANGUNAN RUAS JALAN PALIMA PASAR TENENG GUNAKAN MATRIAL BASE COURSE OPLOSAN.

image

Serang,mediakriminalitas-Pembangunan ruas jalan Provinsi Palima Pasar Teneng ( STA 38+700 S/D 40+700), Lokasi Desa Cinangka,Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang  Provinsi Banten, saat ini sedang di kerjakan oleh PT.Mastic Utama Sarana,di danai dari APBD Provinsi Banten, Nomor Kontrak : 761/103.5/SPK/PJWU-PPT/BBM/DPUPR/IV/2018,dengan Niilai kontrak sebesar : Rp. 24.225.099.000,00 ( dua puluh empat milyar dua ratus dua puluh lima juta sembilan puluh sembilan ribu rupiah ),dengan waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender.

Tim mediakriminalitas.com dalam mengawal program pemerintah tentang insprastruktur jalan di provinsi banten, sebagaimana yang tertuang dalam Perda nomor : 2 tahun 2012, UU Nomor 18 tahun1999 tentang jasa konstruksi dan Peraturan Pemerintah No.29 tahun 2000 tentang penyelenggara jasa konstruksi dan maka atas rujukan tersebut, salah satunya yang di sikapi di antaranya adalah bahan matrial base course/beskos, yang di gunakan dalam kegiatan pembangunan pelebaran ruas jalan palima pasar teneng,kuat diduga tidak memenuhi standar spesifikasinya .

Dimana seperti kita ketahui bahwa Batu Base Course / Beskos Tipe A adalah merupakan campuran 70 %  batu kecil berwarna hitam atau batu berwarna keputihan  yang berukuran antara 1 Cm  s/d 5 Cm, dengan Campuran 30 % abu batu atau pasir abu, yang di Formulasikan khusus untuk filter lahan yang telah di isi batu makadam atau lime stone sebelumnya, dan untuk spesifikasi batu base course / beskos Tipe B komposisinya adalah 50% batu hitam atau batu berwarna keputihan dengan ukuran 1cm s/d 5 cm di campur 50 % abu pasir/pasir abu,

Seperti di ketahui batu base course / beskos berfungsi sebagai matrial pemadat pada proyek pembangunan jalan dan biasanya di gunakan sebagai lapisan kedua untuk  mengisi celah celah antara susunan batu makadam sebagai lapisan pertama yang sebelumnya tanah di padatkan dengan menggunakan Roller penggilas dan siraman Air, agar kadar air selama pemadatan tanah / graveling benar-benar terjaga,

Selain itu berdasarkan pantauan tim mediakriminalitas.com di lokasi PT Mastic Utama Sarana mengabaikan bahkan kurang memperhatikan keselematan bagi para pekerja maupun pengguna jalan, karena masih banyak pada titik titik kegiatan pekerjaan,tidak terpasang garis pengaman/ safety, padahal keselamatan pekerja dan pengguna jalan seharusnya menjadi skala perioritas di saat tengah melaksanakan pekerjaan jalan.

Sementara itu menurut Opik wakil pelaksana dari PT.Mastic Utama Sarana saat di konfirmasi mediakriminalitas.com, menjelaskan bahwa dalam spek tidak ada bahan matrial batu makadam sebagai lapisan pertama dan pemadatan ruas jalan( graveling)  langsung  menggunakan base course / beskos campuran / oplosan tipe A dan tipe B, berkaitan dengan pemasangan garis pengaman / safety, Opik mengucapkan terima kasih atas controlnya yang dalam hal ini mengakui untuk garis pengaman / safety belum terpasang semuanya,Namun opik berjanji akan segera memasang garis pengaman/ safety pada titik titik kegiatan pembangunan, untuk lebih detailnya penjelasan terkait ijin analisis dampak lalu lintas, pengadaan bahan bakar solar  dan lain lain yang berkaitan dengan proyek ini silahkan saja pihak media kriminalitas untuk menghubungi Deden selaku pelaksana,jelasnya.

Selanjutnya mediakriminalitas mencoba mendatangi base camp PT.Mastic Utama Sarana di Teneng,bermaksud untuk langsung konfirmasi dengan Deden, namun sayangnya Deden sedang tidak berada di tempat.

Di tempat terpisah, H. Hasan Maksudi, anggota DPRD Provinsi Banten dari Partai Golongan Karya, saat di mintai tanggapannya, terkait kegiatan pembangunan jalan palima pasar teneng, yang saat ini sedang di kerjakan kepada mediakriminalitas.com, H. Hasan Maksudi mengatakan, kalau pihaknya sudah memantau kegiatan projek tersebut pada hari sabtu, 18/8/2018, menurutnya sudah kewajiban kita semua untuk mengawasi dan mengkritisi pembangunan yang di danai oleh pemerintah,karena pengawasannya yang berwenang, bukan hanya dari pihak konsultan dan DPUPR Provinsi Banten saja, bahkan masyarakat juga berhak untuk mengawasi dan mengkritisi  kegiatan pembangunan tersebut yang jelas sumber dananya bersumber  dari Pajak Rakyat juga jangan sampai aktifis/ Ormas/LSM termasuk media menutup mata, bahkan membekingi pihak pelaksana projek, karena sebuah kepentingan dan hanya mencari keuntungan pribadi, sehingga pihak pelaksana cenderung tidak mengutamakan kualitas, kuantitas dan tidak melaksanakan kegiatan pembangunan sesuai spek dan Rabnya,

Masih menurut H. Hasan Maksudi, dalam pemantauannya meminta kepada pihak pelaksana agar memasang garis pengaman di setiap titik kegiatan, selain itu juga yang lebih penting pihak pelaksana di harapkan bisa membangun komunikasi yang baik dengan pihak pemerintahan desa dan muspika setempat,  hal ini penting untuk menjaga kondusifitas dan lancarnya kegiatan pembangunan, apalagi sampai bisa    merangkul dan memberdayakan serta mempekerjakan masyarakat setempat, tentunya  di sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan selama kegiatan proyek tersebut berjalan, sehingga masyarakat juga bisa menambah penghasilan selama ada pembangunan jalan saat ini,

Catatan dalam pemantauan kegiatan pelaksanaan pembangunan ruas jalan provinsi palima pasar teneng H. Hasan Maksudi meminta kepada pihak pihak terkait, untuk segera menyelesaikan masalah pembebasan lahan tanah masyarakat yang terkena pelebaran ruas jalan, karena masih banyak pada titik titik lahan tanah masyarakat yang hingga saat ini belum di selsaikan,jadi jangan sampai pembangunan jalan provinsi menjadi terhambat, terangnya.

Di tempat berbeda Rangga dari tim Kajian dan Investigasi DPP LSM GEGER BANTEN mengapresiasi apa yang di sampaikan H. Hasan Maksudi,Anggota DPRD Provinsi Banten dari Partai Golongan Karya, menurut Rangga paparan yang di sampaikan wakil rakyat tersebut berbobot dan patut di simak oleh semua pihak, Rangga hanya menyayangkan adanya sifat arogan dari oknum ormas, saat di kritisi dan di pertanyakan oleh lembaga lain masalah bahan matrial base course/beskos yang  di gunakan pihak pelaksana untuk pengerasan jalan yang  di duga tidak sesuai dengan standar dan spesifikasi batu beskos, rupanya oknum tersebut merasa tidak senang dan merasa terusik karena oknum itu sendiri yang mengirim beskos tersebut, tentu hal ini patut di pertanyakan ke pihak pelaksana mengenai tata cara dan aturan main untuk kontrak  pengadaan bahan matrial  / subkon bahan matrial untuk proyek pembangunan ruas jalan palima pasar teneng, apakah bisa di benarkan ormas atau pribadi secara aturan bisa di benarkan untuk mensuplai pengadaan bahan matrial ?

Secara kelembagaan DPP LSM GEGER BANTEN tetap konsisten dan continue akan mengawal pembangunan proyek ini, Rangga juga minta pihak konsultan serius dalam mengawasi kegiatan proyek ini, agar sesuai dengan spek dan rab yang sudah di tentukan tegasnya.

Hal senada juga di tanggapi oleh yayat hidayat Sekjen DPP Lembaga FRONT PEMANTAU KRIMINALITAS ( FPK ), berharap agar pihak pelaksana bisa menerima jika ada pihak social control yang mengkritisi pada kegiatan pembangunan ini bukan di sanggah oleh oknum ormas yang punya kepentingan dalam hal ini, tentunya akan berdampak tidak baik bagi citra PT. Mastic Utama Sarana, untuk ke depan sebaiknya pihak pelaksana meninjau kembali hal yang berkaitan dengan kontrak pengadaan bahan matrial yang di pertanyakan oleh DPP LSM GEGER BANTEN

Yayat Hidayat sangat sependapat dan mendukung dengan apa yang di paparkan oleh H. Hasan Maksudi artinya secara umum DPP LSM FPK akan berperan aktif untuk  memantau terus pelaksanaan kegiatan proyek palima pasar teneng agar hasil pembangunan berkualitas dan punya kuantitas yang diharapkan oleh semua pihak, tandasnya.

Mediakriminalitas.com akan terus memantau pembangunan palima pasar teneng agar pihak pelaksana lebih berhati hati dalam melaksanakan proyeknya ....Bersambung ( rezqi hidayat,S.Pd)



Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 mediakriminalitas · All Rights Reserved