DPP FPK

FPK

VIDEO

Visitor Counter

TRANSLATE LANGUAGE

SAENAH AQIQAH

SAENAH AQIQAH

   Raja Aqiqah JaDeTaBek 

         0822 5470 5912

RSS Feed

TERKAIT PEMERIKSAAN TIPIKOR CILEGON PT KRAKATAU TIRTA INDUSTRI AKAN MENGAKOMODIR TUNTUTAN NELAYAN

image

Serang,Media Kriminalitas- Menindaklanjuti atas pemberitaan mediakriminalitas.com sebelumnya, terkait adanya dugaan penyimpangan Program CSR PT KTI pada tahun 2016, untuk kegiatan Proyek Jeti/ pembangunan pengamanan muara pantai cipasauran, yang berlokasi di desa umbul tanjung, kecamatan cinangka, kabupaten serang – banten.

Dimana pada kegiatan tersebut ada beberapa item kegiatan yang pembangunannya tidak di kerjakan sesuai  dengan Spec dan Rab sehingga hal ini yang menjadi bahan pertanyaan khususnya bagi para nelayan cipasauran.

Kepada mediakriminalitas.com. H. Jakaria Sekper PT.Krakatau Tirta Industri yang di dampingi oleh H. Maemun Staf dari Dirut PT. Krakatau Tirta Industri, memaparkan bahwa terkait pembangunan Jeti pihak PT Krakatau Tirta Industri, berjanji akan mengakomodir apa yang menjadi  tuntutan para nelayan cipasauran,

Di jelaskan  H.Jakaria bahwa program CSR PT KTI, setiap tahunnya terus berkelanjutan dan berkesinambungan dan sudah menjadi skala prioritas sasaran CSR, bukan saja untuk  kepentingan para nelayan tetapi juga segi pendidikan, kesehatan dan sarana peribadatan serta kepentingan masyarakat secara umum,tentunya dengan adanya Program CSR ,PT KTI akan berkominten untuk selalu bersinergi dengan masyarakat dan semua pihak / instansi terkait,

Dalam kesempatan ini kami atas nama Direksi dan seluruh jajaran dari pihak PT.KTI, menyampaikan permintaan maaf atas segala kekurangan sekaligus mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan mediakriminalitas.com atas koreksinya yang  juga telah bekerja sama dan bermitra dengan PT KTI dalam rangkaian konsolidasi secara persuasif melalui bina Desa dan Bina masyarakat, semoga untuk kedepannya, penerapan Program CSR PT KTI dengan kebersamaan akan bisa lebih tepat guna dan tepat sasaran, jelasnya.

Sementara itu menanggapi janji dari pihak PT.KTI,kepada mediakriminalitas.com, Arjaya ketua kelompok nelayan Cipasauran menyambut baik apa yang sudah di janjikan oleh PT KTI yang akan mengakomodir tuntutan kami para nelayan, mudah mudahan dalam waktu 1 atau 2 bulan pihak PT. KTI akan memenuhi janjinya dan merealisasikan nya,


Menurut Arjaya sejak awal pihak nelayan sudah mengusulkan kepada PT KTI agar pembangunan tiang pancang dan tambatan perahu tradisional cipasauran segera di bangun, termasuk pengerukan mulut muara yang saat ini terjadi pendangkalan oleh matrial bebatuan, tentunya hal ini dampak dari adanya pembangunan bendungan air di hulu sungai cipasauran oleh pihak PT KTI dan jika di biarkan, hal ini akan  dapat menghambat lalu lintas perahu nelayan tradisional dan perahu nelayan juga akan cepat rusak, karena sering kandas.

Diakui Arjaya terkait Jeti, bersama Amin yang mewakili para nelayan pada hari jumat, tanggal 27/7/2018, telah di mintai keterangan terkait pembangunan pengamanan muara sungai cipasauran, termasuk juga Kepala Desa Pasauran dan Kepala Desa Umbul Tanjung  oleh Tipikor Polres Cilegon,

Arjaya tidak mengetahui jika hal ini berindikasi ada dugaan tindak pidana korupsinya karena pada prinsipnya, para nelayan tidak kemana mana yang penting Janji dari pihak PT KTI dapat segera di buktikan, agar para nelayan tidak mempertanyakan lagi

Lebih lanjut Arjaya mengatakan,bahwa dalam rangka untuk meningkatkan taraf hidup bagi kesejahteraan para nelayan,dirinya bersama kelompoknya akan mengajukan proposal  dari program CSR ke pihak PT KTI, untuk pengadaan kapal nelayan tradisional dan jaring sebagai alat tangkapnya, mudah mudahan pihak PT KTI menanggapi dan dapat mengabulkan permohonan proposal untuk kelompok Nelayan Cipasauran,Harapnya.

Di tempat terpisah kepada mediakriminalitas.com, H.Bajuri Tokoh masyarakat kecamatan Cinangka, sangat mendukung dan mengapresiasi jika benar pihak PT.KTI berjanji akan mengakomodir tuntutan nelayan cipasauran, di harafkan agar pihak PT KTI  tidak hanya sekedar memberikan janji surga saja, akan tetapi bisa secepatnya membuktikan dan merealisasikan tuntutan dari para nelayan cipasauran, hal ini menjadi catatan penting untuk menjaga kondusifitas para Nelayan, agar selalu dapat bersinergi dengan Pihak PT KTI,

Karena menurut H. Bajuri hal ini sangat wajar dan sudah sepantasnya pihak perusahaan PT KTI memberikan konstribusi secara umum kepada masyarakat cinangka melalui program CSR nya, karena seperti di ketahui, bahwa sumber daya alam dalam hal ini pasokan Air di wilayah  Kecamatan Cinangka dengan adanya Bendungan sungai Cipasauran dan Cidanau di manfaatkan oleh pihak PT KTI secara komersil untuk mensuplai air bagi kepentingan perusahaan Industri dan perumahan masyarakat di wilayah Kota Cilegon,

Dalam kesempatan ini ini juga H. Bajuri menghimbau kepada masyarakat nelayan untuk dapat bersabar dan menjaga kondusifitas sementara menunggu, mudah mudah dalam waktu dekat  proses dari pihak perusahaan PT KTI untuk memenuhi janjinya atas tuntutan para nelayan cipasauran segera di realisasikan, harapnya.

Di tempat berbeda Yayat Hidayat, Sekjen DPP Lembaga Front Pemantau Kriminalitas (  FPK ), kepada mediakriminalitas.com,mengatakan bahwa dirinya akan terus memantau proses hukum yang saat ini masih terus di dalami oleh Tipikor Polres Cilegon,terkait adanya dugaan penyimpangan pada pelaksanaan kegiatan pada program CSR PT KTI tahun 2016, untuk kegiatan Proyek Jeti / pembangunan pengamanan muara pantai cipasauran,

Karena Yayat menilai bahwa pelaksanaan pembangunan Proyek Jeti tersebut, kuat dugaan adanya nuansa korupsi yang tersistematis,sehingga menyebabkan pekerjaan tersebut, dikerjakan tidak sesuai dengan spec dan jauh dari perencanaan awal,   

Meskipun pihak perusahaan PT.KTI mengatakan bahwa secepatnya akan membuktikan janjinya akan mengakomodir tuntutan para nelayan yaitu dengan mengalokasikan dana CSR nya untuk kegiatan membangun Dermaga perahu, tiang Pancang dan Tambatan perahu nelayan serta normalisasi / pengerukan mulut muara sungai cipasauran yang saat ini terjadi pendangkalan oleh matrial bebatuan dan sangat menghambat lalu lintas perahu nelayan,

Jika nanti pembangunan tersebut sudah di anggarkan kembali dari dana CSR  Yayat Hidayat,meminta kepada pihak perusahaan PT KTI, agar lebih selektif memilih Pelaksana atau  rekanan pemborong yang Bonafide dan fakta integritasnya bisa di pertanggung jawabkan, jangan sampai asal tunjuk seperti PT PARHAN yang tidak mampu menyelesaikan pembangunan yang sudah di rencanakan, tentunya dalam hal ini pihak PT.PARHAN harus Di minta pertanggung jawaban,

Untuk itu kami dari pihak DPP Front Pemantau Kriminalitas ( FPK) akan terus memantau perkembangan penyidikan kegiatan Proyek Jeti yang saat ini penanganannya sudah menjadi kewenangan pihak Kanit III Tipikor Polres cilegon,

Yayat Hidayat sangat berharaf kepada Pihak Tipikor Polres Cilegon, agar tidak tebang pilih dalam melakukan penyelidikan maupun penyidikan penanganan kasus, terkait adanya dugaan penyimpangan kegiatan Proyek Jeti, pada program CSR PT. KTI pada tahun 2016, Karena jika ada unsur tebang pilih dalam penangananya, maka lembaga kami akan melayangkan kembali surat laporan, baik itu ke polda maupun ke kejati banten tegasnya…... Bersambung ( Rezqi Hidayat, S.Pd)


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 mediakriminalitas · All Rights Reserved