DPP FPK

FPK

VIDEO

Visitor Counter

TRANSLATE LANGUAGE

SAENAH AQIQAH

SAENAH AQIQAH

   Raja Aqiqah JaDeTaBek 

         0822 5470 5912

RSS Feed

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DALAM KAJIAN SOSIOLOGIS PENDAHULUAN

image

Media Kriminalitas- Dalam kajian sosiologi, industri adalah bagian dari satu sistem masyarakat yang terintegrasi bersama unit-unit masyarakat lain dalam satu komunitas. Industri berada dalam suatu matriks sosial yang disebut komunitas. Komunitas adalah kelompok sosial yang padu, individu-individu dipersatukan oleh nilai, kebiasaan dan ketentuan bersama, dimana mereka memiliki status dan peran tertentu, mempunyai perasaan solidaritas dengan kelompok, rasa ikut memiliki dan menjadi anggota. Sebuah industri, apapun bentuknya tetap tidak bisa menghindar dari pengaruh masyarakat disekitarnya.

Proses industrialisasi mau tidak mau membawa perubahan pada keadaan masyarakat. Eksistensi industri di tengah-tengah masyarakat berdampak pada kehidupan masyarakat itu sendiri. Secara ekonomi, keberadaan industri dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberian kesempatan kerja. Secara sosial, adanya industri berdampak pada perubahan nilai-nilai sosial kemasyarakatan. Secara ekologis, industri dapat merubah infrastruktur masyarakat maupun terjadinya pencemaran lingkungan. Tumbuh dan berkembangnya industri juga tidak terlepas dari peran masyarakat atau komunitas di mana industri itu berada. Komunitas merupakan tempat di mana industri mendapatkan faktor-faktor produksinya seperti bahan baku dan tenaga kerja. Selain itu komunitas adalah pasar bagi industri untuk memasarkan hasil produksinya.

Industrialisasi yang ada disamping telah membawa kemajuan-kemajuan yang diharapkan juga membawa dampak yang cukup menggoncangkan. Dari segi ekonomi industrialiasasi yang dapat memacu kesenjangan. Kesenjangan, itu disebabkan oleh pertumbuhan yang cepat di sektor industri namun tidak dibarengi penyerapan tenaga kerja.Kebutuhan kapital per unit produk meningkat sehingga menyerap sumber kapital yang langka bagi negara berkembang. Kesenjangan lain disebabkan secara fungsional perolehan tenaga kerja (buruh) dibanding pemilik modal (uang, skill, manajerial) tidak seimbang.

Kesenjangan tersebut dapat mengganggu stabilitas yang selama ini dijaga. Kerawanan tersebut misalnya terlihat pada huru-hara buruh di Medan, Jakarta dan tempat-tempat lain. Ekonomi yang semakin eliter yang dirasakan karena sektor-sektor modern yang terangkum dalam kebijakan industrialisasi bagaimanapun hanya mengangkut 10-20% rakyat. Sisanya merupakan penonton yang asing dan terasing (Setiaji dalam Thoyibi, 1995).

Pola hubungan yang saling mempengaruhi antara industri dengan masyarakat, bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Artinya, kehadiran industri di tengah-tengah masyarakat akan mempengaruhi perkembangan masyarakat itu sendiri, baik secara ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan lain sebagainya. Demikian juga halnya dengan industri, dimana kelangsungan industri sangat bergantung dari penerimaan masyarakat setempat. Saling keterkaitan sebagaimana penjelasan di atas menunjukkan bahwa sebuah industri haruslah senantiasa menjalin hubungan dengan masyarakat atau lingkungan sekitarnya, karena keberadaan industri dapat dipengaruhi dari keadaan masyarakat disekitarnya, dan hanya industri yang bisa beradaptasi secara tepat terhadap tuntutan lingkungan, masyarakat setempat yang akan dapat mencapai keberhasilan (Lubis; 1987: 6).

Ilustrasi di atas menunjukkan bahwa antara industri dan masyarakat terdapat hubungan yang timbal balik. Oleh karena itu, antara industri dan masyarakat harus menciptakan suatu bentuk hubungan yang bersifat simbiosis mutualisme. Namun pada kenyataannya tidaklah demikian, banyak terjadi keberadaan industri memberikan dampak negative pada kehidupan masyarakat seperti adanya bencana lingkungan dan bencana kemanusiaan akibat aktivitas eksploitasi migas juga di Sumatera Selatan, menyebabkan pencemaran sungai maupun sumber air masyarakat oleh minyak mentah, bahkan lumpur minyak, kebakaran hutan dan kebun, kerusakan ekosistem hingga kematian manusia.

Sebuah konsep yang akhir-akhir ini sering dibicarakan dalam usaha untuk menciptakan hubungan yang baik antara industri dan masyarakat adalah CSR (Red)


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 mediakriminalitas · All Rights Reserved