DPP FPK

FPK

VIDEO

Visitor Counter

TRANSLATE LANGUAGE

SAENAH AQIQAH

SAENAH AQIQAH

   Raja Aqiqah JaDeTaBek 

         0822 5470 5912

RSS Feed

PENCERAHAN TENTANG BATAS SEMPADAN PANTAI MENURUT PERPRES NO: 51/2016

image

Media Kriminalitas- Pada tanggal 14 Juni 2016, Pemerintah Republik Indonesia menerbitkan Peraturan Presiden No. 51 Tahun 2016 tentang Batas Sempadan Pantai (Perpres No. 51/2016). Perpres No. 51/2016 dibuat untuk melaksanakan ketentuan Pasal 31 ayat (3) Undang-Undang No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil sebagaimana yang telah diubah dengan UU No. 1 Tahun 2014 (“UU WP3K”). Perpres No. 51/2016 ini berlaku efektif sejak tanggal 19 Juni 2016.

Sempadan pantai adalah daratan sepanjang tepian pantai, yang lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik pantai, minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat. Batas sempadan pantai adalah ruang sempadan pantai yang ditetapkan berdasarkan metode tertentu.

Setiap pemerintah daerah provinsi yang mempunyai sempadan pantai diwajibkan untuk menetapkan arahan batas sempadan pantainya dalam peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah provinsi. Sedangkan, untuk pemerintah daerah kabupaten/kota yang memiliki sempadan pantai wajib menetapkan batas sempadan pantainya dalam peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota.

Perpres No. 51/2016 mengatur bahwa, penghitungan sempadan pantai dilakukan oleh pemerintah daerah paling lama 5 tahun sejak diundangkannya Perpres No. 51/2016 ini. Penghitungan dilakukan dengan menyesuaikan karakteristik topografi, biofisik, hidro-oseanografi pesisir, kebutuhan ekonomi dan budaya, serta ketentuan lain terkait sebagaimana diatur dalam Pasal 6 ayat (2) Perpres No. 51/2016, yaitu:

> perlindungan terhadap gempa dan/atau tsunami;
> perlindungan pantai dari erosi atau abrasi;
> perlindungan sumber daya buatan di pesisir dari badai,banjir,dan bencana alam lainnya;
> perlindungan terhadap ekosistem pesisir, seperti lahan basah, mangrove, terumbu karang, padang lamun, gumuk pasir, estuaria, dan delta;
> pengaturan akses publik; dan
> pengaturan untuk saluran air dan limbah.
> Penetapan batas sempadan pantai dilakukan dengan tujuan untuk melindungi dan menjaga :
> kelestarian fungsi ekosistem dan segenap sumber daya di wilayah
Pesisir dan pulau-pulau kecil;
> kehidupan masyarakat di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dari ancaman bencana alam;
> alokasi ruang untuk akses publik melewati pantai; dan
> alokasi ruang untuk saluran air dan limbah.
> Penghitungan Batas Sempadan Pantai Terkait Perlindungan Terhadap Bencana Alam.

Penghitungan batas sempadan pantai yang dilakukan sehubungan dengan perlindungan terhadap gempa dan/atau tsunami, perlindungan pantai dari erosi atau abrasi, serta perlindungan sumber daya buatan di pesisir dari badai, banjir, dan bencana alam lainnya  ditentukan berdasarkan pada tingkat resiko bencana yang ditentukan berdasarkan indeks ancaman dan indeks kerentanan.

Dalam menentukan indeks ancaman, terdapat dua pendekatan yang dapat digunakan yaitu:

Pendekatan Praktis
Pendekatan ini dilakukan berdasarkan pendekatan empiris dan historis yang dilakukan berdasarkan (i) rekaman/riwayat sejarah kejadian dan/atau (ii) keberadaan faktor ancaman terhadap:
> gempa
> tsunami
> erosi atau abrasi
> badai, dan
> banjir dari laut

Pendekatan Analitik atau Numerik
Pendekatan ini dilakukan berdasarkan parameter setiap jenis ancaman bencana. Pendekatan analitik merupakan metode penyelesaian model matematik dengan rumus-rumus aljabar yang sudah baku atau lazim. Pendekatan numerik merupakan teknik yang dipergunakan untuk memformulasikan persoalan matematik, sehingga dapat dipecahkan dengan operasi hitungan atau aritmatika biasa.

Indeks kerentanan ditentukan berdasarkan parameter kerentanan terhadap bencana gempa, tsunami, erosi atau abrasi, badai, dan banjir dari laut.

> Penghitungan Batas Sempadan Pantai Terkait Perlindungan Ekosistem Pesisir
> Penghitungan batas sempadan pantai terkait perlindungan terhadap ekosistem pesisir, seperti lahan basah, mangrove, terumbu karang, padang
> lamun, gumuk pasir, estuaria, dan delta, ditentukan


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 mediakriminalitas · All Rights Reserved