DPP FPK

FPK

VIDEO

Visitor Counter

TRANSLATE LANGUAGE

SAENAH AQIQAH

SAENAH AQIQAH

   Raja Aqiqah JaDeTaBek 

         0822 5470 5912

RSS Feed

JAN S.MARINGKA JAM INTEL KEJAGUNG RI: Di Indonesia Tidak Ada Tempat Aman Bagi Para Buronan Korupsi

image

Jakarta Media Kriminalitas- Sudah tidak ada tempat aman lagi, bagi para buronan korupsi di Indonesia, Hal tersebut dikatakan Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) Jan S. Maringka, yang akan selalu terus bersinergi dengan Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri,dalam menangkap buronan korupsi.

Setelah sebelumnya pada Kamis malam (26/4/2018) Tim Tangkap Buron (Tabur) 31.1 Kejaksaan, Kembali berhasil menangkap buronan korupsi sebesar Rp33,5 miliar.

Berdasarkan laporan dari Tim Intelijen Kejaksaan Agung RI bersama dengan tim Kejaksaan Negeri Manokwari dan tim Kejaksaan Tinggi Papua telah berhasil menangkap terpidana korupsi Tavip Onisias Manobi.Ia merupakan terpidana korupsi TPPU penyalahgunaan PNBP Jasa Pelabuhan tahun anggaran 2010-2013 pada UPP kelas III Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat.

Diketahui dalam keterangan resmi yang diterima pada Jumat (27/4/2018),Awal penangkapan dilakukan di wilayah dok V distrik Jayapura Utara Kota Jayapura, pada pukul 21.00 WIT. Tertangkapnya Tavip menjadi kasus ke-74 dari penangkapan buronan korupsi, hal tersebut tidak lepas dari hasil sinergitas antara tim Intelijen Kejaksaan Agung RI, bersama dengan tim Kejati dan Kejari di seluruh Indonesia.

Jan S. Maringka Jumat (27/4/2018).Mengatakan “Tim kami akan terus bekerja keras, sehingga tidak ada lagi tempat yang aman bagi para pelaku kejahatan;

Dijelaskan Jan Maringka, Selain Tavip, Tim Intelijen Kejaksaan Agung RI juga telah berhasil menangkap buronan korupsi lainnya. buronan tersebut dari wilayah yang paling barat Indonesia yakni Aceh.

Bersama dengan Tim Kejati DI Aceh dan tim gabungan berhasil menciduk duo buronan korupsi pembangunan Pasar Pagi Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang TM Iqbal dan Suryadi.

Kedua terpidana korupsi tersebut berhasil ditangkap di Apartemen Grand Palace Kemayoran Jakarta Pusat dan selanjutnya dibawa ke Kejari Jakarta Selatan untuk dititipkan sementara. Iqbal dan Suryadi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan menjalani hukuman penjara masing-masing selama delapan dan lima tahun.

Pada hari yang sama juga, Tim Intelijen Kejaksaan Agung bersama Tim Penyidik Kejari Depok berhasil kembali mengamankan tersangka korupsi rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Cilodong Kota Depok Agustina Tri Handayani.Dari proyek RTLH senilai Rp1,3 miliar menimbulkan kerugian terhadap keuangan negara.

Perlu untuk diketahui bahwa Tabur 31.1 merupakan bentuk komitmen Korps Adhyaksa dalam rangka menuntaskan penanganan perkara tindak pidana. Selain itu pada program ini, setiap Kejati diberi target minimal dapat menangkap satu buronan pelaku tindak pidana pada setiap bulannya sehingga perkara menjadi tuntas. (Red/DS/HG)



Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 mediakriminalitas · All Rights Reserved