DPP FPK

FPK

VIDEO

Visitor Counter

TRANSLATE LANGUAGE

SAENAH AQIQAH

SAENAH AQIQAH

   Raja Aqiqah JaDeTaBek 

         0822 5470 5912

RSS Feed

DALAM EMPAT BULAN GERAK CEPAT TIM TANGKAP BURON KEJAKSAAN BERHASIL TANGKAP 74 BURONAN

image

Jakarta Media Kreminalitas- Dari Aceh sampai Papua, Tim Tangkap Buron (Tabur) 31.1 Kejaksaan terus bekerja keras. Sejak Januari hingga April 2018, Sedikitnya tercatat sudah 74 buronan yang berhasil diringkus. Bahkan pada Kamis (26/4), dalam sehari tim gabungan dapat berhasil menciduk empat orang buronan sekaligus.

Dari timur Indonesia, sekitar pukul 21.00 WIT, Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari bekerja sama dengan Tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua dan Tim Intelijen Kejaksaan Agung meringkus mantan Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Bintuni Tavip Onisias Manobi. Tavip yang merupakan terpidana kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp33,50 miliar. “Tim kami terus bekerja keras sehingga tak ada lagi tempat yang aman bagi pelaku kejahatan,” kata Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) Jan S. Maringka di Jakarta, Jumat (27/4).


Setelah diciduk oleh Tim Tabur 31.1 Tavip dititipkan semalam di Rumah Tahanan (Rutan) Polsek Jayapura, untuk kemudian di terbangkan ke Manokwari. Ia akan menjalani hukuman selama sembilan tahun di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Manokwari- Papua Barat. Tavib juga diwajibkan membayar denda Rp.200 juta subsider 5 bulan kurungan dan uang pengganti senilai Rp3,84 miliar. Apabila dalam waktu satu bulan, Tavip tidak membayar uang pengganti maka harta benda miliknya akan disita dan dilelang. Jika ia tidak memiliki harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka hukuman penjaranya akan ditambah tiga tahun.


Perlu diketahui Kinerja menangkap buron juga dicetak oleh Tim Kejati DI Aceh bersama Tim Intelijen Kejaksaan RI. Tepat Kamis tengah malam, tim gabungan berhasil menciduk duo buronan korupsi pembangunan Pasar Pagi Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang TM Iqbal dan Suryadi.Kedua terpidana korupsi tersebut ditangkap saat berada di Apartemen Grand Palace Kemayoran Jakarta Pusat, dan selanjutnya dibawa ke Kejari Jakarta Selatan untuk di titipkan sementara. Iqbal dan Suryadi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan menjalani hukuman penjara masing-masing selama delapan dan lima tahun.


Masih di hari yang sama, Tim Intelijen Kejaksaan Agung bersama Tim Penyidik Kejari Depok mengamankan tersangka korupsi rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Cilodong Kota Depok Agustina Tri Handayani. Dari proyek RTLH senilai Rp1,3 miliar yang  menimbulkan Kerugian bagi keuangan negara.

Tabur 31.1 merupakan bentuk komitmen Korps Adhyaksa untuk menuntaskan penanganan perkara tindak pidana. Pada program ini, setiap Kejati diberi target minimal menangkap satu buronan pelaku tindak pidana setiap bulannya shg perkara menjadi tuntas(Red)



Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 mediakriminalitas · All Rights Reserved