DPP FPK

FPK

VIDEO

Visitor Counter

TRANSLATE LANGUAGE

SAENAH AQIQAH

SAENAH AQIQAH

   Raja Aqiqah JaDeTaBek 

         0822 5470 5912

RSS Feed

MELALUI PROGRAM "JAGA NEGERI" KEJAKSAAN JAGA PERSATUAN BANGSA

image

Jakarta Media Kriminalitas- Kejaksaan RI telah meluncurkan situs Jaksa Garda Negeri (Jaga Negeri) hal tersebut bertujuan sebagai sistem informasi dan deteksi dini dalam rangka menjalankan fungsi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Dalam Masyarakat (Pakem).
 
Dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se- Indonesia di Jakarta, Rabu (18/4). Melalui situs tersebut,Diharafkan masyarakat dapat melaporkan keberadaan agama dan kepercayaan yang menyimpang serta yang dapat menimbulkan gejolak sosial. “Kejaksaan selalu berupaya dan terus berkontribusi dalam menjaga stabilitas nasional dengan menjalankan tugas pengawasan dan menjaga ketertiban umum,” kata Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) Jan S. Maringka.
Maringka juga mengatakan, dalam kata pengawasan tidak bisa diartikan sebagai bentuk represi negara terhadap keyakinan warganya. Akan tetapi menurut Maringka bahwa pidana merupakan langkah terakhir atau ultimum remidium yang dilakukan setelah dilakukan pembinaan dan pengawasan administrasi tidak diindahkan.

Untuk itu dalam rangka mengantisipasi provokasi yang memanfaatkan isu agama menjelang Pilkada, Pileg dan Pilpres, Korps Adhyaksa akan terus meningkatkan intensitas koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Tak ketinggalan pula, kata Maringka, Kejaksaan juga merangkul majelis dan organisasi keagamaan sebagai bentuk pencegahan dini.Meski begitu keberadaan situs Jaga Negeri didukung penuh oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Disela sambutanya Tjahjo memerintahkan jajarannya untuk berkoordinasi secara intensif dengan Asisten Intelijen di Kejaksaan Tinggi dan Kepala Seksi Intelijen di Kejaksaan Negeri bilamana menemukan indikasi agama maupun aliran kepercayaan yang berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat. “Kita harus bekerja sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Tjahjo.



Ditempat yang sama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin mengatakan, di mata dunia Indonesia merupakan contoh negara yang sukses,dalam membina kerukunan antar umat beragama. Ia memberi contoh suku Badui dan umat Hindu di Bromo yang hidup berdampingan dengan damai di tengah masyarakat yang mayoritas beragama Islam. “Jangan sampai kita dijadikan contoh oleh negara lain, akan tetapi di dalam negeri sendiri kita ribut,” kata Ma’aruf.

Ma’ruf juga mengajak masyarakat Indonesia mewaspadai provokasi yang mengatasnamakan agama. Menurut Ma’ruf, konflik agama seringkali berakar pada masalah politik dan kesenjangan ekonomi yang ditarik menjadi masalah agama.( Red)


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 mediakriminalitas · All Rights Reserved