DPP FPK

FPK

VIDEO

Visitor Counter

TRANSLATE LANGUAGE

SAENAH AQIQAH

SAENAH AQIQAH

   Raja Aqiqah JaDeTaBek 

         0822 5470 5912

RSS Feed

BBPOM MENGELUARKAN SURAT PERINGATAN KERAS UNTUK 3 MEREK IKAN SARDENT

image

Jakarta Media Kriminalitas- Ada tiga produk impor ikan sardent makarel kaleng yang sudah terbukti mengandung cacing, hal tersebut berdasarkan hasil uji laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Kota Pekanbaru.

Untuk itu, lembaga yang berada di bawah koordinasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) langsung menyerukan bahwa produk impor ikan tersebut harus segera ditarik dari peredaran dan menghimbau agar masyarakat tidak membeli apalagi mengonsumsinya.

Adapun ketiga produk ikan makarel tersebut, yaitu merek IO, Farmer Jack, dan HOKI," kata Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Pekanbaru, Muhammad Kashuri, di Pekanbaru, Riau, Rabu, 21 Maret 2018.

Berdasarkan inspeksi mendadak dan uji laboratorium oleh BBPOM Kota Pekanbaru yang dilakukan, setelah berdarnya sejumlah video dan foto di media sosial dari kiriman warga yang beredar dan viral pada pekan lalu. Video dan foto tersebut menunjukkan ada cacing di dalam produk ikan kaleng jenis makarel.

Muhammad menjelaskan, kasus pertama yang mencuat di Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, dan kemudian menyusul kasus serupa di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Lalu Pihaknya langsung berkoordinasi dengan dinas kesehatan di lokasi tersebut untuk mengambil sampel produk untuk diperiksa di laboratorium.

Akhirnya berdasarkan hasil uji laboratorium tersebut dibahas pula oleh sejumlah ahli, sebelum BBPOM Kota Pekanbaru mengungkap hasil pengujian pada produk impor dari Tiongkok itu kepada publik. "Artinya, terkonfirmasi memang benar ada sejenis cacing, tapi bukan cacing pita seperti yang viral di media sosial. Jadi ada cacing Anisakis species, cantik namanya," jelas. Muhammad.

Untuk diketahui bahwa cacing Anisakis sp adalah parasit yang dapat menimbulkan masalah pada ikan hingga berdampak pada manusia, sehingga bila dikonsumsi tanpa dimasak, atau dalam keadaan setengah masak, akan mengakibatkan penyakit. Cacing tersebut ditemukan di dalam kaleng ikan makarel sudah dalam kondisi mati. Jadi bukan akibat kerusakan kemasan maupun akibat kedaluwarsa.

Muhammad menjelaskan, bahwa cacing secara umum mengandung sumber protein tinggi. Artinya, cacing bisa sebagai zat alergen atau mengakibatkan alergi kalau dikonsumsi. "Karena itu, pada orang-orang tertentu yang tidak tahan dengan reaksi alergi, kemungkinan dapat terkena alergi bisa mulai gatal-gatal pada kulit," ungkap nya.

Akan tetapi hal yang berbahaya bisa timbul jika cacing ini terkonsumsi oleh orang yang memiliki riwayat sakit asma. "Ini bahayanya kalau yang konsumsi orang yang punya riwayat sakit asma, bisa sesak nafas," jelas Muhammad.

Guna untuk mengantisipasi akhirnya BBPOM telah mengeluarkan surat peringatan keras dan sanksi bagi importir untuk tiga merek tersebut. Importir harus melakukan penarikan terhadap produk yang masih beredar di pasar, dan akan terus diawasi oleh balai di bawah koordinasi BPOM tersebut.(D3N)



Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 mediakriminalitas · All Rights Reserved