logo
DPP FPK

FPK

VIDEO

Visitor Counter

SAENAH AQIQAH

SAENAH AQIQAH

Raja Aqiqah JaDeTaBek 

0822 5470 5912

MEDIA KRIMINALITAS

DIRGAHAYU INDONESIA

RoniAbdul RoupSAADULLAH

 
H.ROKIBSUYANTOATANG SUPARDI
PENGADUAN KORUPSI

KPK

FACEBOOK
FB 

PROYEK SKPD SUMBAR GUNAKAN BAHAN MATERIAL TIDAK SESUAI PERMEN PU.NO.12

image

 

Sumbar Media Kriminalitas- Ruas Jalan Nasional Padang -Batas Painan yang menggunakan anggaran APBN Tahun 2017,dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi Sumatera Barat, Akan tetapi sayangnya material yang digunakan untuk mengurug bahu jalan tersebut hanya menggunakan tanah yang secara kwalitas maupun kwantitas tidak memiliki kekuatan, seharusnya pengurukan yang dilakukan bukan memakai tanah melainkan menggunakan agregat atau bescous dan sejenisnya,”Anehnya lagi pasir yang digunakan,diduga menggunakan pasir laut.
Selain itu pasir yang digunakan untuk pekerjaan drainase diduga menggunakan pasir laut dan sedangkan batu yang digunakan tidak sesuai ukuran standar yang tertuang didalam Permen PU no.12 tahun 2014 tentang bahan yang digunakan untuk drainase, pasir harus pasir sungai atau sedot dan batu yang digunakan harus batu belah, dengan ukuran 10-20 cm.

Sedangkan untuk badan jalan yg terban/putus di Km. 27+300 tersebut sebelumnya sudah ditangani oleh Tanggap Darurat, saat menjelang idul fitri yang lalu, sementara Penanganan Permanennya berupa Pembuatan Box beton berdasarkan informasi akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2018,segera akan dilelang.

Berdasar keterangan Kasatker untuk sementara arus lalulintas telah di alihkan ke jalan lama disisi kanan lokasi tersebut, Sedangkan mengenai pasir yg dicurigai berupa pasir laut itu tidak benar,karena  semua pasir yg kami pakai berasal dari Quary yg berada di kawasan Jaruai bungus di km. 18 dan sudah diperiksa dulu oleh konsultan.

Lebih lanjut Kasatker mengatakan bahwa urugan bahu jalan menggunakan agregat kelas S sesuai Spek Teknis, sementara timbunan di belakang pasangan batu menggunakan urugan pilihan yg sudah sesuai spek teknis dan diuji dulu oleh konsultan supervisi.Sedangkan untuk tanah yg tampak pada foto itu adalah tumpukan tanah milik masyarakat setempat."Demikian dijelaskan Kasatker SKPD Sumbar melaui wahtsapnya, 09/11/17.

Sementara itu berdasarkan hasil investigasi LSM Barisan Rakyat Anti Korupsi (Barak) Sumatera dilokasi kegiatan/pekerjaan dilapangan, banyak yang ditemukan kejanggalan dalam penggunaan bahan material, diantaranya batu kali yang digunakan untuk drainase,pasir yang digunakan diduga dioplos dengan pasir laut, dan pengecoran rabat ringan bahu jalan, saat ini sudah hancur, jelas diduga ketebalannya tidak mencapai 15 cm, sesuai standar kementerian pupr, tanah yang digunakan untuk mengurug bahu jalan sudah terhampar dibahu jalan, bagaimana mau dikatakan milik masyarakat, 

Keterangan yang diberikan kasatker sangat bertolak belakan dengan apa yang terlihat dilapangan,jika memang benar penggunaan bahan matrial yang digunakan itu sudah sesuai spesifikasi teknis,maka kasatker bertanggung jawab atas klarfikasinya,karena hasil temuan ini, akan kami buat sebagai laporan kami kepada aparat hukum di pusat, Jelas zainuddin ketua Lsm barak Sumatera. (R 07/zai).


 


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 4+3+2

Copyright 2017 mediakriminalitas All Rights Reserved