logo
DPP FPK

FPK

VIDEO

Visitor Counter

SAENAH AQIQAH

SAENAH AQIQAH

Raja Aqiqah JaDeTaBek 

0822 5470 5912

MEDIA KRIMINALITAS

DIRGAHAYU INDONESIA

RoniAbdul RoupSAADULLAH

 
H.ROKIBSUYANTOATANG SUPARDI
PENGADUAN KORUPSI

KPK

FACEBOOK
FB 

MATERIAL ILEGAL DI BALIK PEKERJAAN DRAINASE OLEH PT.RIMBO PERADUAN

image

Jambi Media Kriminalitas-Mungkin masyarakat Sumbar tak akan lupa dengan PT. Rimbo Peraduan. Perusahaan yang beralamat di Provinsi Jambi ini cukup mendominasi di daerah ini. Betapa tidak, hampir setiap tahunnya ratusan milyar mega proyek yang dikerjakan, baik proyek nasional maupun proyek daerah.

Meski demikian, tak semua proyek yang dikerjakan perusahaan dibawah manajemen Suryadi Halim yang akrab dipanggil tando ini, berjalan mulus. Banyak pekerjaan yang dilaksanakan terindikasi tidak memenuhi spesifikasi yang ada dikontrak. Pelanggaran tersebut tentu saja sangat berpotensi merugikan keuangan negara.

Seperti Paket Pelebaran Jalan Nasional Jalan Ruas Simpang Empat Air Balam -Simpang Empat sepanjang 8,5 km dengan nilai anggaran Rp 69 Miliar APBN tahun 2017.

Dalam hal ini banyak indikasi pelanggaran bestek yang dilabrak oleh PT. Rimbo Peraduan terutama pada item pembangunan drainasenya. Bahkan ketebalan/lebar pasangan batu terlihat tipis sekali. Malah puncak (lunning) pasangan batu drainase itu sebagian lebarnya tidak sampai 10 CM.

Berdasarkan hasil pantauan LSM BARAK Sumatera, dilokasi kegiatan diduga pekerjaan tersebut dikerjakan asal jadi. Bentuk dari drainase inipun tidak jelas, dan bahan yang digunakan batu kali dengan ukuran bervariasi. Sedangkan pasir yang digunakan diduga kuat menggunakan pasir laut.

Kalau dilihat bangunan drainasenya sangatlah tidak layak disebut drainase jalan nasional/negara.

Secara kasat mata pekerjaan pasangan batu yang terlihat untuk drainase terindikasi tidak memakai koporan. Hal ini akan mengakibatkan drainase tak akan bertahan lama. Apalagi campuran adukan semennya terindikasi tidak sesuai speck karena menggunakan material illegal yang berasal dari batu kali dan pasir laut.

Sementara itu manejer lapangan Ali, Isman sebagai PPK 1.4 Padang Sawah Bts. Sumut (bedeng rapat), Feri Kasatker PJN I ketika dikonfirmasi melalui whatsaapnya berulang kali oleh media ini, tidak satupun yang memberikan jawaban hingga berita ini dturunkan.

Diduga PPK 1.4 Padang Sawah -Batas Sumut (bedeng rapat), tidak mengerti dengan spesifikasi dan tidak mengerti dengan tanggungjawabnya. Padahal Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) selain tandatangani kontrak juga bertanggung jawab terhadap spesifikasi dan penggunaan bahan material yang digunakan oleh rekanan yakni PT.Rimbo Peraduan.

Menurut Zainudin, Ketua LSM BARAK Sumatera ini adalah bukti dari pengawasan yang tidak jalan. Mulai dari tingkat Kepala BPJN Wilayah III Sumbar-Bengkulu, Kasatker PJN I dan jajaran kebawahnya sepertinya membiarkan prilaku kontraktor dengan santai dan sesuka hatinya bekerja tak sesuai spesifikasi yang ada pada kontrak.

Buktinya, pekerjaan drainase sangatlah jelas terlihat dibangun diatas air, bentuknya tidak jelas, sehingga tidak akan bisa bertahan lama, ungkap Zainudin. RA 007

 


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 5+4+4

Copyright 2017 mediakriminalitas All Rights Reserved