DPP FPK

FPK

VIDEO

Visitor Counter

TRANSLATE LANGUAGE

SAENAH AQIQAH

SAENAH AQIQAH

   Raja Aqiqah JaDeTaBek 

         0822 5470 5912

RSS Feed

DUA MANTAN PEJABAT PROVINSI BANTEN DITUNTUT 5 & 6 TAHUN PENJARA

image

Serang Kriminalitas- Dua mantan pejabat Pemprov Banten,Agus Randil dan Maman Suarta ,terdakwa kasus dugaan  korupsi pengadaan lahan pusat pertanian terpadu di Provinsi Banten senilai Rp67,06 miliar oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dituntut 5 dan 6 tahun penjara,dan denda masing-masing Rp500 juta,serta subsider 6 bulan kurungan.

Hal tersebut terungkap dalam sidang perkara korupsi di pengadilan tipikor Pengadilan Negeri (PN) Serang,Senin (14/11),yang dipimpin hakim Sumartono,dengan JPU Andri Saputra,sementara dua terdakwa,mantan Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Provinsi Banten,Agus Randil dan Maman Suarta,didampingi penasehat hukumnya,Ridwan Kusnandar.

Dalam tuntutannya,JPU menyatakan kedua terdakwa telah terbukti  melakukan tindak pidana korupsi dan perbuatan keduanya melanggar Pasal 3 ayat (1) Jo Pasal 18 UU RI no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU RI No 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP,seperti dalam dakwaan subsider.

Keduanya,lanjut JPU,tidak ditemukan alasan pemaaf.Oleh karena itu JPU meminta kepada  majelis hakim supaya menyatakan keduanya bersalah melakukan tindak pidana korupsi.Dan kedua terdakwa dihukum pidana penjara,untuk terdakwa Agus Randil  5 tahun penjara,sedangkan terdakwa Maman Suarta,6 tahun penjara.

“Terdakwa juga dikenai denda masing-masing sebesar Rp 500 juta,dan subsider enam bulan kurungan penjara,” kata JPU.

Usai mendengarkan tuntutan dari  JPU,ketua majelis hakim akhirnya memutuskan sidang ditunda,dan akan dilanjutkan pada 21 November 2011  yang akan datang dengan agenda  pledoi dari penasehat hukum terdakwa.

Diketahui, Agus Randil dan Maman Suarta ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 5Desember 2010. Bersama tiga pemilik lahan, yakni H. Hules, Ari Arifin dan Deddy Suwandi dalam kasus pengadaan lahan Kawasan Pusat Pertanan Terpadu Provinsi Banten. Agus Randil yang saat itu menjabat Kepala Biro Umum dan Perlengakapan Prov Banten diduga telah melakukan tindak pidana korupsi bersama dengan tersangka H. Maman Suarta yang menjabat selaku Kabag Perlengkapan Biro Umum dan Perlengkapan Pemprop Banten atau selaku Koordinator PPTK/Pejabat Pengendali Teknis Kegiatan tidak melakukan estimasi yang jelas dalam melakukan pembayaran untuk pembelian tanah untuk lahan kawasan pertanian terpadu di Kabupaten Serang Banten dengan harga total sebesar Rp 67.060.788.393 kepada para penyedia lahan.

Atas tindakan para tersangka tersebut negara dirugikan Rp54, 62 miliar. Pasalnya,   dalam pembelian tanah tersebut hanya sebesar Rp 3.100.000.000,-, dari total anggran yang yang disediakan Pemprov Banten, dengan harga rincian tanah per meternya sebesar Rp 5.000,- s/d Rp 15.000,-. Sementara dalam anggran Biro Umum tercatat harga permeternya, tanah jalan sebesar Rp 365.00,-/meter, harga tanah darat sebesar Rp 348.000,-/meter, harga tanah sawah sebesar Rp 246.000,-/meter.(LLJ)


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2019 mediakriminalitas · All Rights Reserved