VIDEO

Visitor Counter

TRANSLATE LANGUAGE

SAENAH AQIQAH

SAENAH AQIQAH

   Raja Aqiqah JaDeTaBek 

         0822 5470 5912

Twiter
MEDIA KRIMINALITAS

PENGADUAN KORUPSI

KPK

FACEBOOK
KOLOM IKLAN

 

TIGA PEJABAT DISPERINDAGKOP KABUPATEN SERANG DIHUKUM PENJARA DUA TAHUN

Serang Kriminalitas – Tiga pejabat di Kabupaten Serang oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Serang,Rabu (12/1) dihukum dua dan satu tahun penjara,karena terbukti  terlibat perkara korupsi  dana penguatan modal koperasi Rp 4,8 miliar,serta didenda masing masing Rp 50 juta.Namun dalam putusannya,majelis hakim tidak  ada perintah agar ketiga pejabat tersebut dimasukkan dalam penjara.

Dalam sidang yang dipimpin hakim Rasminto,dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU)  Eri Harahap, majelis hakim menghukum mantan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Serang Endang Rahmat, dengan hukuman selama dua tahun penjara.

Sementara,mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Serang Hedi Tahap, dan mantan Kasie Koperasi Disperindagkop Kabupaten Serang Dadang Maskun Basuki ,dihukum masing-masing satu tahun penjara.

“Terdakwa terbukti penyalahgunaan wewenang jabatan sebagai pejabat. Memang terdakwa tak menikmati hasil korupsinya namun mereka turut serta memperkaya orang lain, serta melanggar aturan,” ujar hakim.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan,ketiga terdakwa tidak melanggar dakwaan primer,yakni  Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 KUHP.

“oleh karena itu,majelis hakim menyatakan seluruh terdakwa dibebaskan dari dakwaan primer,” kata Rasminto.

Namun,lanjut hakim,ketiga terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan melanggar pasal 3 ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 KUHP.

“oleh karena itu,terdakwa kesatu,Endang Rahmat dihukum penjara selama dua tahun,sementara terdakwa kedua dan ketiga dihukum masing-masing satu tahun penjara.Dan seluruh terdakwa dikenai denda  masing-masing Rp50 juta,” terang ketua majelis hakim.

Sebelum membacakan amar putusannya,majelis hakim berdasarkan fakta persidangan menerangkan,para terdakwa  pernah memberikan laporan kepada Departemen Perindustrian Perdagangan dan Koperasi tentang gagalnya budi daya rumput laut oleh Koperasi Harapan Maju, selaku penerima dana bantuan penguatan modal di Pulau Panjang.

Padahal, terdakwa tidak pernah mengetahui keberadaan budi daya rumput laut itu, termasuk tak melakukan verifikasi secara fisik terhadap Koperasi Harapan Maju.

Ketiga terdakwa juga telah memberikan persetujuan kepada koperasi Harapan Maju untuk permohonan dana bantuan budidaya rumput laut sebesar Rp 4,8 miliar.Dan mengeluarkan SK bahwa koperasi Harapan Maju juga beregerak di bidang budidaya rumput laut.Padahal pada kenyataannya,koperasi Harapan Maju tersebut fiktif ,demikian pula pengurusnya.

Namun berkat rekomendasi para terdakwa tersebut,dana sebesar Rp4,8 miliar digelontorkan oleh pusat kementrian koperasi dan UMKM. Meski uang tersebut seluruhnya dibawa kabur  Supendi,akibat perbuatan ketiga terdakwa,meski tidak menikmati uangnya,negara dirugikan sebesar Rp4,8 miliar.

Menyikapi putusan tersebut,baik penasehat hukum ketiga penasehat hukum terdakwa,Tb Sukatma,Ajang Sukmara,dan Gusti Endra,menyatakan pikir-pikir,demikian pula dengan JPU.

Usai ketua majelis hakim mnegetukkan palunya, beberapa orang wanita yang diperkirakan adalah keluarga para terdakwa saling berpelukan dan menangis kecewa terhadap putusan tersebut.

“Tidak adil,tidak adil,kenapa hakim menghukumnya,” kata seorang wanita yang berseragam PNS dan memakai kerudung merah muda.

Diketahui, ketiga pejabat tersebut dihukum masing-masing dua dan setahun penjara,karena diniilai telah menyetujui dan merekomendasikan pengajuan bantuan permohonan bantuan perkuatan permodalan sebesar Rp6,9 miliar, untuk budidaya rumput laut, yang dibuat oleh Supendi (DPO) yang ditujukan kepada Dinas Perindagkop Kabupaten Serang, untuk diteruskan ke Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil,oleh empat terdakwa yang sudah divonis masing-masing tiga tahun penjara.

Berkat rekomendasi Kepala Dinas Koperasi Menengah Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Hedi Tahap, dana tersebut cair, sebesar Rp4,8 miliar.Namun dana tersebut tidak dipergunakan untuk pengembangan budi daya rumput laut melainkan dipergunakan untuk usaha lain.Bahkan uang bantuan tersebut, dibawa kabur oleh ketua koperasi Harapan Maju, Suhendi yang hingga saat ini dinyatakan buron.Akibat perbuatan terdakwa, negara dirugikan sebesar Rp 4,8 miliar dan memperkaya Suhendi.

Bahkan dua pejabat kementrian, Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil, mantan Asisten Deputi Ketenagalistrikan dan Aneka Usaha (Asdep Lisau) pada Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Saputra, dan mantan Kabid Lisau Ramal Sihombing, turut diseret ke meja hijau, namun dibebaskan majelis hakim.

Sementara,empat terdakwa lainnya,pengurus koperasi fiktif, Sadeli, Sukria, Hatami dan Doddy, oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Serang,Kamis (26/8), dihukum masing-masing tiga  tahun penjara,denda Rp50 juta,serta subsider kurungan enam bulan penjara(LLJ)


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2019 mediakriminalitas · All Rights Reserved